Perubahan Iklim di Indonesia

sattelite photo of Java

Dengan jumlah penduduk lebih dari 230 juta jiwa, Republik Indonesia merupakan negara terpadat ke-empat di dunia. Selain itu, pertumbuhan ekonomi yang pesat menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara penghasil emisi gas rumah kaca (GRK) terbesar di dunia. Pembangkit tenaga listrik dan industri berteknologi konvensional terus menerus mencemari lingkungan dengan zat-zat berbahaya, termasuk GRK. Penebangan dan pembakaran hutan demi kepentingan ekonomi juga menyebabkan tingginya emisi GRK. Kota-kota besar dan area perkotaan sering ditutupi asap tebal polusi kendaraan bermotor. Lemahnya pengelolaan sampah menyebabkan polusi air, tanah, dan udara yang juga berkontribusi terhadap pemanasan global. Ini hanya sebagian kecil masalah yang dihadapi Indonesia. Keadaan ini akan semakin memburuk apabila ketergantungan terhadap bahan bakar fosil terus berlangsung dan efisiensi energi tidak segera dilakukan di sektor- sektor terkait.

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, dengan 80.000 kilometer garis pantai dan lebih dari 17.000 pulau, berada di jalur Cincin Api Pasifik (ring of fire) yang menyebabkan Indonesia rawan terhadap bencana alam seperti gunung meletus, gempa bumi, tsunami, dan tanah longsor. Posisi geografis ini juga menyebabkan Indonesia rentan terhadap dampak negatif dari perubahan iklim, yang sebagian sudah mulai dirasakan, seperti: musim kemarau berkepanjangan, banjir, dan cuaca ekstrim. Hal ini berdampak buruk bagi kesehatan dan kesejahteraan penduduk, serta mengancam keanekaragaman hayati dan stabilitas ekonomi Indonesia.

Pemerintah Indonesia menyadari bahwa penanganan perubahan iklim merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tantangan pembangunan dan oleh sebab itu Pemerintah Indonesia berperan aktif dalam berbagai kerjasama internasional yang terkait. Dalam upaya mencegah pemanasan global, Pemerintah Indonesia berambisi menargetkan penurunan emisi sebesar 26% pada tahun 2020 dengan upaya sendiri, dan sebesar 41% apabila ada bantuan internasional yang memadai.

Dokumen-dokumen seperti Rencana Aksi Nasional Perubahan Iklim (RAN-PI), Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAN-GRK), dan Indonesia Climate Change Sectoral Roadmap (ICCSR) diharapkan dapat memandu penyusunan strategi dan kegiatan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim secara efektif. Kesuksesan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan-kegiatan ini sangat tergantung pada komitmen dan upaya para pemangku kepentingan di bidang-bidang terkait.

PrintFriendly